Posts

Showing posts with the label digital howling

Menjaring Masalah

Image
Nelayan Pantai Syariah Pantai Syariah Banyuwangi, Pulau Santen. Sebuah pantai dengan konsep  memisahkan antara pengunjung perempuan harus ke pantai bagian sebelah kiri, sementara yang laki-laki harus kebagian pantai sebelah kanan. Pantai dengan ombak tenang ini akan memberikan suasana nyaman ketika berkunjung ke sana. Pada pagi harinya kamu bisa menyaksikan sunrise dan landscape selat Bali. sore harinya, kalau kamu lagi beruntung bisa menyaksikan warga yang sedang bergotong royong menarik jaring. Gotong Royong Menarik Jaring Sangat terlihat warga pulai Santen memiliki rasa gotong royong yang kuat. Terlihat dari yang laki-lakinya, bersama-sama menjaring ikan dan kemudian menariknya ke tepian pantai. Sesampainya ditepian, Ibu-ibunya segera memilah ikan untuk dimasukan kedalam wadah mereka masing masing. Anak-anak disana lebih memilih untuk bermain dan mencari hal-hal unik yang ikut tersangkut oleh jaring. Semuanya melebur menjadi satu ditepian pantai. Menyo...

Keluarga Kasat Mata

Image
Hai kawan, kali ini saya akan bercerita tentang sebuah Keluarga Kasat Mata. Menjalani rutinitas sehari-hari memang terkadang membosankan. Ritme yang itu-itu saja membuat kita merasa perlu membebaskan diri dan berekspresi dengan keluarga. Itulah yang terbesit dari pikiran sang Bapak. Bapak yang kini sudah berkepala 5 ini dengan sengaja mengajak keluarga besarnya untuk menikmati malam yang syahdu di pasar malam alun-alun utara kota Jogja. Dapat kita lihat kebahagiaan yang terpacar dari keluarga ini. Si Bapak dengan Ibu ini mungkin baru pertamakali merasakan sensasi naik wahana yang kurang safety ini. Takut memang, namun demi keluarga. Mengapa tidak? Adik si Ibu yang masih satu jejer ini malah merasa senang dengan kegiatan ini. Terombang-ambing gravitasi mungkin baginya adalah salah satu cara tercepat untuk melupakan sejenak masalah yang ada. Di belakangnya Bukde ada anak tertua dari Bapak. Mas mas gondrong yang baru menikah ini mengajak istrinya untuk mengenal lebih dekat...

Tungku Panas Biji Kopi

Image
Siang itu, matahari Desa Kemiren sedang memancarkan sinar terbaiknya. Siang itu juga kami sedang melakukan pengambilan gambar untuk keperluan foto dan video dokumentasi persiapan Festival Ngopi Sepuluh Ewu . Objek kami saat itu adalah seorang Ibu keturunan suku Using yang berbaikhati mau mengenakan pakaian tradisonal dan mempraktekkan caranya menyangrai biji kopi . "Ini harus diaduk terus sampai kira-kira 15 menit" ujar Ibu itu sambil terus menyangrai biji-biji kopi yang mulai menghitam. Keadaan di dapur itu membuat pakaian kami basah seiring kopi mengering. Basah karena panas terik dari luar, ditambah selimut hawa, hasil terbakarnya bara api dibawah tungku besar untuk menyangrai kopi. Setelah 15 menit, biji-biji kopi pun didinginkan dengan cara dipindahkan ke tampah bambu. Digerakan olehnya maju mundur tampah tersebut dengan tangan kiri, dan diikuti tangan kanan yang sambil mengipas calon serbuk kopi. Selesai pada proses pendinginan, sebenarnya ...

Behind the Scene

Image
Apakah orang-orang dibalik layar tidak mempunyai gambar ciamik seperti apa yang ada di dalam frame mereka? Apakah orang-orang dibalik layar selalu kesulitan untuk memajang potret diri sendiri di sosial media? Coba kalian singkirkan dulu pemikiran seperti itu. Sebenarnya ada lagi orang-orang yang lebih tidak terlihat selama proses produksi. Yaitu orang-orang yang kedapatan bekerja sebagai dokumentasi Behind The Scene. Berterimakasihlah kalian pada orang-orang yang mengabadikan momen kalian ketika sedang bekerja. Tanpa adanya mereka, kalian ga akan terlihat keren dengan pekerjaan kalian. Tanpa adanya mereka kalian bisa dibilang hoax karena tidak memiliki bukti ketika proses produksi. Tulisan ini didedikasikan untuk orang-orang yang telah bersedia meluangkan sekian persen dalam memorynya untuk memuat foto-foto orang lain yg sedang bekerja.